Wisman Tiongkok Dominasi Kunjungan ke Sulut, Tantangan Lingkungan di 2024

oleh -500 Dilihat

Pariwisata Sulawesi Utara mencatat prestasi signifikan pada 2023, dengan 43.120 kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dari sepuluh negara utama. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa wisman asal Tiongkok mendominasi jumlah kedatangan, mencapai 34.390 kunjungan atau sekitar 72,61 persen dari total wisman yang datang langsung ke provinsi ini. Angka tersebut memperlihatkan ketertarikan tinggi turis Tiongkok terhadap destinasi unggulan Sulawesi Utara seperti Bunaken dan Likupang.

Selain Tiongkok, Jerman berada di posisi kedua dengan 1.888 kunjungan (3,99 persen), diikuti oleh Singapura dengan 1.762 kunjungan (3,72 persen). Negara-negara lain yang juga menyumbang jumlah wisman signifikan adalah Amerika Serikat, Belanda, Prancis, Australia, Inggris, Korea Selatan, dan Malaysia.

Namun, dengan tingginya arus kunjungan wisatawan ini, muncul tantangan terkait dampak lingkungan yang perlu diperhatikan pada tahun 2024. Pariwisata yang intensif, terutama di destinasi populer seperti Likupang dan Bunaken, dapat berpotensi menambah beban terhadap ekosistem lokal, khususnya terkait polusi dan kelestarian terumbu karang.

Untuk menjaga keseimbangan antara pariwisata dan pelestarian lingkungan, pengembangan konsep pariwisata berkelanjutan menjadi penting. Sulawesi Utara memiliki peluang untuk menjadi contoh dalam penerapan pariwisata ramah lingkungan dengan mengintegrasikan kesadaran ekologi ke dalam semua kegiatan wisata, seperti pengelolaan limbah, pembatasan jumlah pengunjung di area sensitif, serta peningkatan infrastruktur hijau.

Di tahun 2024, menjaga keberlanjutan lingkungan sembari mempertahankan pertumbuhan pariwisata yang positif akan menjadi tantangan sekaligus peluang besar bagi Sulawesi Utara. (ar)