ABDSI Sulut dan ILO Jajaki Penguatan UMKM, Fokus Budidaya Nilam Hingga Akses Modal

oleh -13 Dilihat

WANUA.ID — Dewan Pengurus Wilayah Asosiasi Business Development Services Indonesia (DPW ABDSI) Sulawesi Utara menggelar diskusi dan sharing session bersama perwakilan International Labour Organization (ILO), Yanis Saputra, guna membahas penguatan pendampingan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah Sulawesi Utara.

Pertemuan yang berlangsung hangat di salah satu rumah kopi kawasan Megamas, Manado, tersebut menjadi ruang strategis untuk bertukar gagasan sekaligus merumuskan peluang pengembangan UMKM daerah. Diskusi berfokus pada penguatan komoditas unggulan daerah—khususnya budidaya nilam—serta perluasan akses pembiayaan bagi para pelaku usaha.

Dalam sesi brainstorming tersebut, Yanis Saputra dari ILO bersama jajaran pengurus DPW ABDSI Sulut menggali potensi pengembangan ekosistem komoditas nilam. Tanaman penghasil minyak atsiri ini dinilai memiliki prospek besar jika dikembangkan melalui tata kelola budidaya yang memadai, pendampingan usaha secara berkelanjutan, serta pengelolaan rantai nilai (value chain) yang terarah. Pembahasan ekosistem ini disepakati tidak hanya berhenti pada rantai produksi semata, tetapi juga menyentuh aspek pengolahan hasil, akses pasar, dan peningkatan nilai tambah bagi para petani serta pelaku UMKM lokal.

Selain komoditas nilam, masalah keterbatasan modal dan akses pembiayaan turut menjadi perhatian utama. Ketersediaan skema permodalan yang ramah UMKM dinilai mendesak agar pelaku usaha lokal dapat mengakselerasi kapasitas produksi, meningkatkan standar kualitas produk, hingga memperluas jangkauan pasar. Melalui pertemuan ini, ABDSI Sulut berupaya mengidentifikasi pola pendampingan yang paling adaptif dengan kebutuhan nyata di lapangan.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Yanis Saputra (ILO), I Made Mangku selaku Ketua DPW ABDSI Sulut, Frangky Legi (Wakil Ketua DPW), Putu Ega Lestari (Wakil Sekretaris DPW), serta Ricky Chandra Samsudin (Wakil Ketua DPW ABDSI Sulut). Berbagai masukan dari diskusi ini diproyeksikan menjadi rujukan penyusunan program kerja ABDSI Sulut ke depan, khususnya dalam memperkuat ekosistem pendampingan UMKM, mengoptimalkan potensi nilam, dan membuka kran pembiayaan bagi pelaku usaha daerah.