Wanua.id — Acara Puncak Dies Natalis ke-16 Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi (FKM Unsrat) turut menghadirkan sebuah orasi ilmiah yang memberikan pandangan kritis mengenai persoalan global yang kini menjadi sorotan utama (27/11/2025). Orasi berjudul “Lingkungan, Masyarakat, dan Kesehatan: Isu Strategis Indonesia dan Dunia Saat Ini” disampaikan oleh Dr. Ir. Oksfriani J. Sumampouw, S.Pi., M.Kes., IPU., ASEAN Eng., salah satu akademisi dan pakar lingkungan hidup yang telah lama berkecimpung dalam penelitian dan advokasi kesehatan lingkungan.
Dalam penyampaiannya, Dr. Sumampouw menegaskan bahwa lingkungan, kesehatan, dan masyarakat merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Krisis lingkungan global seperti perubahan iklim, polusi udara, penurunan biodiversitas, dan urbanisasi pesat saat ini telah berdampak langsung pada kesehatan manusia. Indonesia, menurutnya, menghadapi tantangan serupa dengan skala yang besar, mulai dari sampah plastik, sanitasi yang belum merata, degradasi kualitas air, deforestasi, hingga ancaman kerentanan pangan akibat cuaca ekstrem.
Dampak kesehatan dari krisis lingkungan tersebut bersifat multidimensi. Peningkatan kasus penyakit menular seperti demam berdarah dengue (DBD) dan diare berjalan beriringan dengan melonjaknya penyakit tidak menular seperti hipertensi dan kanker. Polusi udara menjadi ancaman serius yang menimbulkan jutaan kematian setiap tahun. Sementara itu, perubahan iklim memicu fenomena gelombang panas, banjir, serta tekanan psikologis yang berdampak pada kesehatan mental masyarakat. Urbanisasi yang tidak terkendali juga menghasilkan lingkungan pemukiman yang tidak sehat, mendorong pola hidup sedentari, dan memperluas kawasan kumuh.
Untuk menjawab kompleksitas tersebut, orasi ilmiah ini menekankan perlunya pendekatan komprehensif dan kolaboratif, termasuk penerapan konsep One Health dan Planetary Health, penguatan kebijakan mitigasi iklim, serta pengendalian polusi melalui penerapan ekonomi sirkular. Dr. Sumampouw juga menyoroti kekayaan kearifan lokal Indonesia yang dapat menjadi modal dalam solusi berkelanjutan, termasuk pemanfaatan pangan fungsional seperti saguer dan bakasang sebagai bagian dari upaya adaptasi dan ketahanan pangan.
Selain itu, peningkatan literasi kesehatan lingkungan, riset interdisipliner, dan pemanfaatan teknologi hijau dinilai sangat penting untuk menciptakan masa depan yang lebih sehat dan berkelanjutan. Kolaborasi lintas sektor antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan menghadapi ancaman kesehatan global yang semakin kompleks.
Orasi ilmiah ini menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian Acara Puncak Dies Natalis FKM Unsrat, sekaligus mempertegas komitmen fakultas dalam memberikan kontribusi pemikiran strategis bagi pembangunan kesehatan masyarakat, baik di tingkat daerah maupun nasional.
