Wanua.id – Bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus menimbulkan dampak serius bagi keselamatan dan kesehatan masyarakat. Hingga Kamis (4/12/2025), BNPB mencatat total 836 korban meninggal serta 518 orang masih hilang di tiga provinsi tersebut. Di balik upaya pencarian yang masih berlangsung, situasi kesehatan di lokasi pengungsian kini memerlukan perhatian mendesak.
Laporan dari berbagai posko menunjukkan semakin banyak pengungsi mengalami diare, ISPA, penyakit kulit, demam, dan infeksi lainnya. Kondisi sanitasi yang buruk, minimnya air bersih, serta ruang pengungsian yang padat membuat risiko penularan semakin tinggi. Anak-anak, lansia, dan ibu hamil disebut menjadi kelompok paling rentan terhadap komplikasi kesehatan.
Anggota Komisi IX DPR, Arzeti Bilbina, menyoroti terbatasnya tenaga kesehatan dan menipisnya stok obat-obatan di wilayah terdampak. Ia mendesak Kementerian Kesehatan untuk mempercepat pengiriman tenaga medis, obat diare, antibiotik, obat ISPA, serta peralatan kesehatan dasar seperti masker, perban, dan alat kebersihan. Menurutnya, kebutuhan di lapangan bersifat darurat dan memerlukan respons cepat untuk mencegah kondisi yang lebih parah.
Di beberapa titik bencana, akses menuju desa-desa terdampak masih sulit dilewati akibat jembatan dan jalan yang terputus. Meski sejumlah akses mulai pulih dan pemerintah menyiapkan pemasangan 14 jembatan bailey untuk membuka kembali jalur logistik, distribusi kebutuhan kesehatan masih terhambat. Tim medis setempat juga melaporkan kelelahan akibat kurangnya personel untuk menangani jumlah pengungsi yang terus meningkat.
Selain penyakit menular, relawan dan tenaga kesehatan mengamati munculnya gejala stres dan trauma pada warga, terutama anak-anak yang kehilangan tempat tinggal atau anggota keluarga. Kondisi ini memperlihatkan pentingnya dukungan kesehatan mental sebagai bagian dari penanganan pascabencana.
Situasi kesehatan masyarakat yang semakin memburuk ini mendorong perlunya koordinasi cepat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, dan relawan. Upaya penyelamatan, pemulihan infrastruktur, dan terutama penanganan kesehatan menjadi prioritas untuk meringankan beban ribuan warga yang terdampak bencana besar di Sumatera.
