Wanua.id — Upaya untuk memperkuat daya saing produk herbal lokal kembali digalakkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM). Kali ini, sebuah program akselerasi sertifikasi halal difokuskan khusus bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) produk jamu tradisional di Kota Manado.
Kegiatan sosialisasi dan pendampingan ini merupakan kolaborasi strategis bersama TDA (Tangan Di Atas) Manado, Asosiasi Pengusaha Industri Kecil, serta Lentera UMKM Indonesia. Acara yang sarat akan edukasi bisnis dan regulasi ini sukses digelar pada 5 September 2026 bertempat di Kopi Billy, Kawasan Megamas Manado.
Hadir sebagai narasumber utama dalam kegiatan tersebut, Asep Rahman, selaku dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, memaparkan pentingnya jaminan mutu dan legalitas bagi produk pangan olahan, khususnya jamu herbal.
Dalam pemaparannya, Asep Rahman menekankan bahwa manfaat utama dari kegiatan pendampingan ini adalah memberikan pemahaman komprehensif sekaligus memandu para pelaku usaha jamu dalam mengurus sertifikasi halal produk mereka. Sertifikasi halal dinilai bukan sekadar memenuhi kewajiban regulasi pemerintah, melainkan langkah krusial untuk meningkatkan kepercayaan konsumen, memperluas pangsa pasar, serta menjamin keamanan dan higienitas produk herbal lokal agar mampu bersaing secara luas.
Melalui kegiatan ini, para pelaku UMKM jamu mendapatkan pendampingan teknis terkait alur pengajuan sertifikasi halal, standar kebersihan proses produksi, hingga pentingnya pencantuman label yang jelas pada kemasan. Dengan mengantongi sertifikat halal, produk jamu tradisional diharapkan tidak lagi dipandang sebelah mata, melainkan naik kelas menjadi produk komersial yang modern, aman dikonsumsi, dan memiliki akseptabilitas yang tinggi di tengah masyarakat.
Antusiasme terlihat jelas dari para peserta UMKM yang hadir. Mereka aktif berdiskusi mengenai berbagai tantangan di lapangan, mulai dari kendala administrasi hingga standar pengolahan jamu yang memenuhi kualifikasi kesehatan dan kehalalan produk. Kolaborasi lintas lembaga ini diharapkan menjadi momentum berkelanjutan bagi bangkitnya industri kecil dan menengah di Sulawesi Utara, menjadikan produk herbal lokal yang sehat, aman, dan berdaya saing global.
