Cegah Stunting Antargenerasi di Pesisir Minut, Tim FKM UNSRAT Cetak ‘Peer Educator’ Gizi di SMPN 4 Satap Wori

oleh -11 Dilihat

Wanua.id — Memutus mata rantai stunting tidak lagi hanya berfokus pada balita dan ibu hamil di fase hilir, melainkan harus ditarik lebih jauh ke fase hulu, yaitu kelompok remaja. Berangkat dari urgensi tersebut, Tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi (FKM UNSRAT) Manado menggelar Program Kemitraan Masyarakat di SMP Negeri 4 Satu Atap Wori, Desa Lansa, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara. Kegiatan yang berlangsung sepanjang September 2026 ini mengusung pendekatan pemberdayaan partisipatif dengan membentuk peer educator atau pendidik sebaya di kalangan siswa sekolah menengah pertama. Desa Lansa sendiri merupakan wilayah pesisir dengan potensi sumber daya protein laut melimpah, namun masih menghadapi tantangan prevalensi stunting yang perlu ditanggulangi secara berkelanjutan.

Ketua Tim Pengabdi FKM UNSRAT, Maureen Irinne Punuh, SKM, MSi, menjelaskan bahwa usia remaja SMP merupakan periode pertumbuhan cepat (adolescent growth spurt) sekaligus fase krusial untuk investasi gizi masa depan. Menurutnya, jika remaja putri mengalami Kurang Energi Kronis (KEK) atau anemia, mereka berisiko meneruskan siklus stunting saat memasuki usia reproduktif nanti. Oleh karena itu, edukasi diberikan sejak dini dengan melibatkan teman sebayanya sendiri agar pesan gizi seimbang lebih mudah diterima dan diinternalisasi oleh para siswa.

Rangkaian kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dalam dua tahapan utama yang berkesinambungan. Pada tahap awal yang digelar pada Selasa, 1 September 2026, tim pengabdi memberikan pelatihan intensif dan tutorial kelompok kecil kepada empat siswa berprestasi kelas 8 dan 9 yang terpilih sebagai pendidik sebaya. Pembekalan ini mencakup pemahaman mendalam tentang gizi seimbang hingga keterampilan komunikasi persuasif, yang kemudian diperkuat melalui pendampingan berkala via media digital. Memasuki tahap kedua pada Selasa, 8 September 2026, para pendidik sebaya tersebut langsung mempraktikkan perannya melalui aksi diseminasi mandiri. Mereka mensosialisasikan pedoman gizi seimbang kepada 54 rekan sebayanya di sekolah dengan memanfaatkan bantuan media visual interaktif berupa Tumpeng Gizi Seimbang dan Isi Piringku.

Hasil evaluasi menunjukkan efektivitas kegiatan yang sangat positif. Usai pembekalan, para pendidik sebaya berhasil memahami materi gizi seimbang secara mendalam. Dampak positif ini turut dirasakan oleh seluruh siswa sasaran, yang menunjukkan peningkatan pemahaman materi secara signifikan setelah menerima edukasi interaktif dari teman sebayanya.

Program pengabdian ini dilaksanakan di bawah naungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sam Ratulangi dengan dukungan pendanaan PNBP BLU UNSRAT Tahun 2026. Kegiatan ini dipimpin oleh Maureen Irinne Punuh, SKM, MSi sebagai ketua tim, didampingi dosen anggota Dr. dr. Chreisye K. F. Mandagi, MPH dan Rahayu H. Akili, SKM, MKes, serta melibatkan mahasiswa FKM UNSRAT. Pihak sekolah SMPN 4 Satu Atap Wori beserta Puskesmas Wori menyambut hangat inisiatif ini dan berharap para peer educator yang telah dilatih dapat terus menjadi kader agen perubahan literasi gizi yang berkelanjutan di lingkungan sekolah.