WANUA.ID – Penunjukan Prof. Dr. Ir. Jamaludin Jompa, M.Sc. sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi membawa angin segar sekaligus pesan ketegasan bagi masa depan perguruan tinggi kebanggaan masyarakat Sulawesi Utara ini.
Langkah strategis Kementerian ini tidak hanya sekadar pengisian kekosongan kepemimpinan, melainkan sebuah amanat penting untuk menjaga stabilitas kampus, mengawal kelancaran tridarma perguruan tinggi, serta memastikan seluruh roda pelayanan publik berjalan tanpa gejolak.
Sinyal kuat percepatan dan penataan tersebut mengemuka dalam Rapat Pimpinan Unsrat yang digelar pada Rabu (5/8/2026). Melalui pesan tertulis yang disampaikan oleh Wakil Rektor II, Prof. Dr. Ir. Royke I. Montolalu, S.Pi, M.Sc, kepemimpinan baru ini secara gamblang menggarisbawahi pentingnya rasa tanggung jawab bersama dalam menjaga marwah dan iklim akademik Unsrat agar tetap aman, tertib, dan kondusif.
Wanua.id mencatat, fokus utama dari nahkoda baru Unsrat ini bertumpu pada jaminan layanan akademik tanpa hambatan. Seluruh jajaran dekanat, pengelola program studi, hingga unit pelayanan administrasi diperintahkan untuk bekerja cepat, tepat, dan transparan. Tidak boleh ada hak-hak mahasiswa yang terabaikan, mulai dari urusan perkuliahan, pengisian rencana studi, bimbingan, hingga proses krusial seperti penelitian, ujian, dan wisuda yang seluruhnya wajib mengacu ketat pada kalender akademik.
Satu hal yang menarik dari cara pandang Plt Rektor adalah penekanannya pada pentingnya sinergi dan efisiensi birokrasi kampus. Setiap kepemimpinan di tingkat fakultas maupun unit kerja dituntut mandiri dalam menyelesaikan persoalan internal tanpa harus melemparkan masalah ke tingkat universitas. Namun demikian, untuk isu-isu yang bersifat strategis dan berdampak luas, koordinasi lintas unit secara cepat dan terukur menjadi harga mati yang tak bisa ditawar.
Perspektif kepemimpinan ini juga memberikan perhatian besar pada aspek integritas, kepatuhan hukum, dan iklim kekeluargaan di lingkungan kampus. Di tengah dinamika yang ada, Unsrat ditegaskan sebagai rumah bersama yang harus steril dari konflik tidak produktif maupun intimidasi. Perbedaan pandangan diharuskan selesai di meja dialog dan musyawarah melalui mekanisme kelembagaan yang sah, sehingga suasana tenang dan harmonis terpancar hingga ke para mahasiswa, orang tua, dan mitra kerja sama.
Pada akhirnya, kepemimpinan Prof. Jamaludin Jompa ingin memastikan bahwa keberlanjutan program-program strategis Unsrat tetap berjalan sesuai rencana. Penunjukan ini bukan sinyal untuk berhenti sejenak, melainkan momentum bagi seluruh pimpinan di Unsrat untuk menunjukkan loyalitas, profesionalisme, serta kedewasaan institusi dalam memberikan kepastian hukum dan peningkatan mutu pendidikan tinggi di Tanah Nyiur Melambai.
