WANUA.ID – Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) memberikan pendampingan teknis kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) dalam memperkuat kapasitas perencanaan pembangunan kesehatan daerah melalui penentuan prioritas masalah kesehatan.
Kegiatan yang diketuai oleh Dr. dr. Chreisye K. F. Mandagi, MPH ini bertujuan meningkatkan kemampuan pemerintah daerah menyusun perencanaan kesehatan yang berbasis bukti (evidence-based), efektif, serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat lokal.
Dalam sesi pemaparan, Dr. Chreisye Mandagi membawakan materi bertajuk “Peluang dan Tantangan dalam Upaya Penguatan Perencanaan Daerah”. Ia menekankan bahwa penentuan prioritas masalah merupakan fondasi utama sebelum merumuskan kebijakan dan program yang tepat sasaran.
“Perencanaan kesehatan yang baik harus dimulai dari identifikasi masalah yang benar, didukung analisis data yang komprehensif, serta mempertimbangkan kondisi lokal daerah. Dengan demikian, program yang disusun benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Dr. Chreisye.
Ia juga menyoroti kompleksitas tantangan pembangunan kesehatan saat ini, mulai dari keterbatasan sumber daya, perubahan profil penyakit, ketimpangan akses pelayanan, hingga urgensi pemanfaatan data kesehatan yang berkualitas.
Selain pemaparan teori, tim PKM Unsrat mendampingi jajaran struktural, pengelola program, dan staf teknis Dinkes Boltim dalam mempraktikkan proses analisis situasi, identifikasi masalah, penentuan prioritas dengan pendekatan ilmiah, hingga merumuskan rekomendasi program untuk dokumen perencanaan daerah.
Diskusi interaktif yang terbangun turut membahas isu-isu strategis, seperti peningkatan kualitas data kesehatan, penguatan pelayanan kesehatan primer, efektivitas program prioritas, dan sinkronisasi antara kebijakan nasional dengan kebutuhan daerah.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boltim, dr. Minarni Manoppo, M.Kes, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif dan pendampingan dari tim akademisi Unsrat tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memberikan wawasan baru sekaligus memperkuat kapasitas SDM di lingkungan Dinkes Boltim agar mampu menyusun perencanaan kesehatan yang sistematis, terukur, dan berorientasi hasil.
Melalui pendampingan ini, diharapkan sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah terus diperkuat untuk menghasilkan kebijakan publik yang adaptif demi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini mendaptkan pendanaan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unsrat melalui skema PKM Tahun 2026, sebagai bentuk nyata pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi dalam mendukung pembangunan daerah.
