Theresia ‘Keke’ Kaunang Raih Penghargaan AWEN 2025, Harumkan Sulut Lewat Batik Nyiur Melambai 

oleh -116 Dilihat

Wanua.id — Kabar membanggakan datang dari dunia wastra Sulawesi Utara. Perancang busana sekaligus dosen Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi, Theresia “Keke” Kaunang, kembali mengukir prestasi di tingkat internasional. Ia meraih penghargaan Asean Women Entrepreneur Network (AWEN) yang digelar di Kamboja pada Jumat (21/11/2025), sebuah forum bergengsi yang menghimpun perempuan pengusaha berprestasi dari 10 negara ASEAN dan Timor Leste.

Dalam ajang ini, Indonesia mengirimkan delegasi terbaiknya, dan Theresia menjadi salah satu kandidat yang berhasil membawa pulang penghargaan tersebut. AWEN menilai kontribusi para perempuan pengusaha dalam kategori sosial, pendidikan, dan ekonomi—dan Theresia bersinar dengan kiprahnya yang menggabungkan kreativitas, budaya, serta pemberdayaan.

Sebagai perancang busana dan pengembang Batik Keke, Theresia dikenal konsisten mengangkat motif-motif kearifan lokal Nyiur Melambai. Orisinalitas motif khas Sulawesi Utara itu menjadi identitas kuat yang ia bawa ke kancah internasional. Pada perhelatan AWEN 2025, batik karyanya kembali menjadi ikon yang menonjol dan menarik perhatian negara-negara peserta.

Tak hanya berkarya di dunia fashion, Theresia juga aktif sebagai akademisi di Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi. Perannya sebagai dosen menjadi bagian penting dalam perjalanan profesionalnya, di mana ia turut menanamkan nilai kreativitas, etika, dan inovasi kepada mahasiswa. Kombinasi antara dunia akademik dan dunia kreatif menjadikannya sosok perempuan Sulut yang inspiratif dan multidimensi.

Bagi Sulawesi Utara, penghargaan ini bukan hanya kebanggaan, tetapi juga pemicu bagi generasi muda untuk terus berkarya.

“Ajang internasional ini sekaligus mengangkat nama Sulawesi Utara di kancah dunia, khususnya ASEAN dan Timor Leste. Semoga hal ini juga berdampak pada pengenalan budaya dan penguatan sektor pariwisata kita,” ujar Theresia.

Ia menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas penghargaan yang diterimanya. Theresia berharap, capaian AWEN 2025 ini dapat membuat karya dan budaya Sulawesi Utara semakin dikenal, bukan hanya di dalam negeri, tetapi juga di panggung internasional.

Prestasi tersebut menegaskan bahwa kreativitas berbasis budaya lokal dapat menjadi kekuatan yang mengharumkan daerah, sekaligus membuktikan bahwa perempuan Sulut mampu bersaing di level dunia.