Stella Christie Dorong Kampus Manfaatkan AI dengan Bijak

oleh -466 Dilihat

Wanua.id,  Jakarta – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, mengajak dunia kampus untuk bijak dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau AI. Dalam acara Indonesia AI Day 2024 di Jakarta, Kamis, 14 November 2024, Stella menekankan pentingnya kualitas data dalam teknologi large language model (LLM) seperti ChatGPT dan Sahabat-AI.

Ia menjelaskan bahwa kualitas sebuah LLM sangat bergantung pada data yang digunakan untuk melatihnya. Semakin banyak dan baik data yang diinputkan, semakin besar pula potensi manfaatnya. Stella mengutip Jeff Hinton, peraih Nobel dan dikenal sebagai “Godfather of AI,” yang menyebut prinsip dasar AI sebagai garbage in, garbage out. Data berkualitas rendah akan menghasilkan keluaran yang tidak optimal.

Stella mengingatkan bahwa teknologi seperti LLM sebaiknya tidak dianggap sebagai pengganti kreativitas manusia, melainkan sebagai alat bantu untuk meningkatkan produktivitas dan inovasi. Ia meminta mahasiswa dan dosen untuk tidak kehilangan semangat berkarya meskipun teknologi AI semakin canggih. Karya akademik, seperti penelitian dan publikasi, tetap membutuhkan sentuhan kritis dan analitis manusia.

Menurut Stella, kampus memiliki peran penting dalam memastikan penggunaan AI dilakukan dengan tanggung jawab. Teknologi ini dapat menjadi alat yang efektif jika digunakan untuk memecahkan masalah yang spesifik. Stella memberikan contoh, dalam penelitian tentang baterai listrik di Indonesia, AI dapat digunakan untuk mengajukan pertanyaan awal dan mengumpulkan data. Namun, proses analisis tetap menjadi tanggung jawab peneliti.

Ia juga menyoroti tingginya penggunaan ChatGPT di kalangan mahasiswa dan dosen di Indonesia. Stella mengingatkan agar teknologi ini digunakan untuk memperkaya pemahaman dan bukan sekadar untuk menyelesaikan tugas secara instan. Tanpa pemahaman mendalam, penggunaan AI hanya akan menghasilkan hasil yang monoton dan kurang bermanfaat.

Acara ini dihadiri oleh para akademisi dan mahasiswa dari berbagai universitas, yang antusias mendiskusikan peran AI dalam pendidikan tinggi. Stella menutup dengan pesan bahwa kampus harus menjadi pelopor dalam memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab, memastikan bahwa inovasi tetap berpijak pada nilai-nilai akademik dan etika. (ar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *