Polimdo Gandeng Kemitraan Australia-Indonesia Gelar FGD Pengelolaan Sampah Berbasis Energi Terbarukan

oleh -16 Dilihat

WANUA.ID – Dalam rangka memperkuat riset dan aksi nyata penanganan isu lingkungan, Politeknik Negeri Manado (Polimdo) melalui Tim Pelaksana Program KONEKSI menggelar Focus Group Discussion (FGD) internasional. Diskusi terumpun yang berkolaborasi dengan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado dan Griffith University Brisbane Australia ini mengangkat tema “Pengelolaan Sampah Plastik Berbasis Teknologi dan Energi Terbarukan”. Forum ini diselenggarakan sebagai bagian dari pelaksanaan kegiatan penelitian program kemitraan strategis antara Indonesia dan Australia.

Melalui agenda yang berlangsung di Hotel Sentra Manado ini, Polimdo berupaya menggali masukan multi-sektor guna merumuskan model pengelolaan sampah berbasis komunitas. Fokus utama diskusi diarahkan pada integrasi teknologi ramah lingkungan, potensi pemanfaatan energi surya (PLTS), serta penerapan pendekatan GEDSI (Gender Equality, Disability, and Social Inclusion). Melalui pendekatan ini, Polimdo ingin memastikan bahwa sistem pengolahan sampah yang dirancang ke depan tidak hanya efektif secara teknis, tetapi juga inklusif dan memberikan akses yang adil bagi kelompok rentan serta penyandang disabilitas.

Untuk mematangkan rekomendasi kebijakan dan teknologi tersebut, Polimdo menghadirkan kombinasi narasumber ahli di bidangnya. Di antaranya adalah perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Manado yang mengulas kesiapan regulasi dan program lapangan, serta akademisi dari Universitas Sam Ratulangi yang membedah aspek efisiensi dan keberlanjutan teknologi dari sudut pandang ilmiah. Selain itu, peran aktif masyarakat diwakili oleh Yayasan Bina Lentera Insan (YBLI) yang membagikan pengalaman empiris mereka dalam Project RISE terkait suksesnya pengelolaan sampah berbasis komunitas serta aktivitas inklusi sosial bagi kelompok disabilitas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *