Memasuki Bulan Oktober Netizen Tagih Janji Kampanye Prabowo-Gibran Soal Tambahan Gaji Guru Rp 2 Juta Per Bulan

oleh -740 Dilihat

oleh : Romi Mesra (Pengamat Sosiologi Digital Universitas Negeri Manado)

Beberapa netizen di Indonesia saat ini menagih janji kampanye dari pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka terkait rencana penambahan gaji guru sebesar Rp 2 juta per bulan. Pernyataan ini disampaikan Hashim kepada wartawan di Tapos, Depok, Jawa Barat pada hari Minggu, 29 Oktober 2023. Dengan adanya janji kampanye ini, banyak netizen dan masyarakat Indonesia, khususnya para guru, yang kini menantikan realisasinya jika Prabowo-Gibran terpilih menjadi presiden dan wakil presiden.

Hashim menyatakan bahwa jika Prabowo-Gibran memenangkan pemilihan presiden, mereka berkomitmen untuk menambah gaji guru sebesar Rp 2 juta per bulan. Penambahan gaji ini rencananya akan diberikan setiap tahun, tidak hanya untuk satu periode tertentu. Selain penambahan gaji, pasangan Prabowo-Gibran juga berjanji untuk memberikan tunjangan hari raya (THR) kepada para guru. Yang menarik, janji ini tidak hanya ditujukan untuk guru pegawai negeri sipil (PNS), tetapi juga mencakup guru honorer di seluruh Indonesia.

Berdasarkan pengamatan saya di media sosial, misalnya saja di TikTok begitu banyak netizen yang membuat video menggunakan audio saat Hashim waktu menyampaikan soal janji tersebut, misalnya saja dari akun TikTok @mademi@xxxxx dengan caption “Gaji guru akan naik 2 juta…horeee kemudian juga dari akun TikTok @Agusxxxxxx dengan caption “Alhamdulillah kabar baik untuk semua guru!!! Mulai bulan Oktober tahun ini… Selain di TikTok, fenomena ini juga banyak dibuat konten video di Youtube seperti bisa kita lihat dari akun  Youtube Guru Abad 21 dengan judul “Breaking News viral Prabowo tambah gaji dan tunjangan guru sertifikasi dan non sertifikasi 13 bulan?”. Kemudian dari akun youtube lainnya AV Chanel dengan judul “Janji Prabowo Naikkan Gaji Guru 2 Juta pada Bulan Oktober 2024 Nanti. #catat.

Soal ini tidak hanya Hashim yang pernah ungkapkan, namun Prabowo sendiri juga pernah mengungkapkan soal janji menaikkan gaji guru ini. Seperti yang diberitakan oleh salah satu akun Youtube Warta Kota Production dengan judul “ Prabowo Subianto Ingin Gaji Guru Naik: Uangnya Ada, Kita Bisa” yang mana bisa didengarkan  dan dilihat bagaimana prabowo menyampaikan janji tersebut dengan penuh semangat “Kita harus memprioritaskan SDM, guru- guru harus kita prioritaskan, kualitas hidup guru harus segera kita perbaiki,” kata Prabowo di acara Dialog Cendekia yang diselenggarakan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Makassar, Sabtu (4/11).

Beragam reaksi dari netizen, mulai dari yang support hingga cukup banyak yang pesimis dengan janji tersebut. Contoh saja yang terlihat dari komen di salah satu video TikTok dengan akun @user7605926xxxxxx “blm ada bukti ngomong ya mudah”, kemudian dari akun lain @asnimisxx “mantap tu pak aamin semoga bnar”.

Menurut saya fenomena ini memang tidak bisa terhindarkan di era media digital yang sangat mainstream saat ini, informasi apapun akan mudah didapatkan termasuk jejak digitalnya. Apa lagi berkaitan dengan janji politik pasangan presiden dan wakil presiden yang memenangkan pemilu, ini akan menarik atensi yang sangat tinggi, bahkan sepertinya akan terus dikawal oleh para netizen khusunya melalui komunikasi di dunia digital. Di berbagai platform media digital ini netizen sangat intens dalam berinteraksi, berperan sebagai pemberi pesan yang bisa sebagai pembuat konten tentang janji-janji politik ini atau sebagai penerima pesan yang mana netizen aktif memantau informasi-informasi berkaitan dengan janji politik tersebut.

Menurut saya sangat banyak juga sisi positif dikarenakan perkembangan media digital, berkaitan dengan dunia politik, masyarakat bisa lebih banyak mendapatkan informasi, tinggal selanjutnya informasi ini di filter mana yang valid dan mana yang hoax. Namun sekali lagi, jejak digital yang begitu jelas bisa dijadikan dokumen bukti yang bahkan bisa dimiliki oleh semua netizen yang aktif di berbagai platform media sosial sebagai alat untuk mengkonfirmasi berita yang ada.  Jadi penting juga bagi para pejabat publik, politisi dan lain sebagainya untuk berhati-hati dalam berkomunikasi di dunia digital, kalau berjanji jangan omon-omon dan harus ditepati. (ar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *