Prabowo Ajak Universitas Top Inggris Bangun 10 Kampus Baru di Indonesia

oleh -65 Dilihat

Wanua.id – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengundang sejumlah perguruan tinggi terkemuka asal Inggris untuk mendirikan hingga 10 universitas baru di Indonesia. Ajakan tersebut disampaikan dalam forum UK–Indonesia Education Roundtable yang berlangsung di Lancaster House, London, Selasa (20/1/2026).

Dalam keterangannya kepada awak media usai pertemuan, Prabowo menegaskan langkah ini merupakan bagian dari strategi besar pemerintah untuk mempercepat pembangunan sektor pendidikan nasional, khususnya pendidikan tinggi berstandar internasional.

“Kita ingin mengajak kerja sama. Mereka sudah banyak bekerja sama dengan universitas di Indonesia seperti UI dan Universitas Gadjah Mada. Bahkan, beberapa sudah memiliki kampus di Indonesia, seperti di Singosari dan Bandung, terutama di bidang yang sangat kita butuhkan, yakni digital dan teknologi,” ujar Prabowo.

Menurut Prabowo, Indonesia ke depan harus memiliki sistem pendidikan dengan kualitas terbaik agar mampu bersaing secara global. Ia pun optimistis universitas-universitas baru hasil kerja sama tersebut dapat mulai menerima mahasiswa pada awal 2028.

Dalam pengantar forum, Prabowo menyampaikan rencana pembangunan sebuah kawasan pendidikan yang terintegrasi, terdiri dari kampus-kampus internasional dengan jaminan kualitas hidup, keselamatan, dan keamanan yang tinggi. Hal ini dinilai penting untuk menarik dosen dan profesor asing agar bersedia mengajar dan menetap di Indonesia.

Pemerintah Indonesia, lanjut Prabowo, juga membuka diri terhadap keterlibatan tenaga akademik asing, termasuk melalui skema profesor tamu dari universitas mitra di Inggris. Selain itu, mahasiswa yang diterima nantinya akan diseleksi dari lulusan terbaik dan memperoleh beasiswa penuh dari pemerintah.

Para mahasiswa juga akan mengikuti pelatihan bahasa Inggris secara intensif sebelum memulai perkuliahan. Dalam konteks ini, pemerintah membuka peluang kerja sama dengan British Council, termasuk penerapan standar internasional seperti IELTS.

Lebih jauh, Prabowo menyoroti persoalan serius kekurangan tenaga medis di Indonesia. Ia mengungkapkan Indonesia saat ini masih kekurangan sekitar 140 ribu dokter, sementara jumlah lulusan dokter setiap tahun hanya sekitar 9 ribu orang.

“Dengan kondisi ini, kebutuhan dokter akan semakin tertinggal, karena di saat yang sama banyak dokter yang juga memasuki masa pensiun,” kata Prabowo.

Sebagai solusi, pemerintah berencana membangun 10 universitas baru yang berfokus pada pendidikan kedokteran, kedokteran gigi, farmasi, serta sains dan teknologi. Seluruh universitas tersebut dirancang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dan menerapkan standar pendidikan tinggi Inggris.

“Saya ingin menggunakan standar Inggris, yakni standar pendidikan tertinggi dari universitas-universitas terbaik di Inggris,” tegas Prabowo.

Tidak hanya itu, setiap kampus juga direncanakan memiliki rumah sakit pendidikan berstandar internasional. Menurut Prabowo, langkah ini berpotensi menghemat hingga US$6 miliar per tahun yang selama ini digunakan masyarakat untuk berobat ke luar negeri, sekaligus memperkuat ekosistem pendidikan dan layanan kesehatan di dalam negeri.

Kebijakan ini dinilai menjadi sinyal kuat arah baru pembangunan sumber daya manusia Indonesia, dengan menempatkan pendidikan tinggi dan kesehatan sebagai pilar utama menuju daya saing global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *