Sinergi TDA Peduli Manado Bahas Isu Disabilitas sebagai Langkah Nyata Wujudkan Ekosistem Inklusif

oleh -22 Dilihat

Wanua.id – Sebagai wujud nyata kepedulian sosial di dunia wirausaha, Tangan Di Atas (TDA) Manado melalui divisi TDA Peduli ikut mengambil peran aktif dalam Kopi Darat (Kopdar) kolaboratif yang membahas isu-isu krusial seputar disabilitas, Selasa (2/6/2026). Pertemuan yang berlangsung hangat di Manado ini menjadi momentum penting bagi TDA Manado untuk menyatukan visi bersama sejumlah lembaga kemanusiaan dan gerakan sosial, seperti Yayasan Bina Lentera Insan, platform filantropi KitaBisa, serta gerakan advokasi Suara Rafael. Diskusi ini juga semakin kaya dengan kehadiran perwakilan dari Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Utara yang turut memberikan pandangan dan dukungan personalnya sebagai sahabat disabilitas.

Ketua TDA Manado 8.0, Asep Rahman, menegaskan bahwa keterlibatan TDA Peduli dalam forum ini merupakan bagian dari komitmen kepengurusannya untuk membawa dampak sosial yang lebih luas, tidak hanya berfokus pada pertumbuhan bisnis semata. Menurutnya, komunitas penyuara disabilitas seperti Suara Rafael dan yayasan sosial seperti Bina Lentera Insan memberikan perspektif baru bagi para pengusaha mengenai pentingnya menciptakan ruang yang setara. Melalui TDA Peduli, TDA Manado ingin bergerak melampaui aksi sosial konvensional dengan mulai memikirkan formula pemberdayaan ekonomi yang inklusif serta membuka akses peluang usaha bagi teman-teman disabilitas agar mereka bisa mandiri secara finansial.

Melalui Kopdar kolaboratif ini, TDA Peduli bersama mitra gerakan lainnya sepakat untuk merumuskan langkah taktis ke depan, mulai dari pelatihan keterampilan kewirausahaan hingga kampanye inklusivitas di ruang publik. Asep Rahman berharap kolaborasi strategis ini dapat memantik kesadaran yang lebih besar di kalangan pelaku usaha di Manado untuk mulai membangun ekosistem bisnis yang ramah disabilitas. TDA Manado berkomitmen bahwa pemenuhan hak dan kemandirian teman-teman disabilitas adalah tanggung jawab bersama yang harus diwujudkan melalui aksi gotong royong yang berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *