WR3 Unsrat Hadiri Rakor Aksi Damai ‘Bangkitlah!Tegakkan Keadilan’

oleh -408 Dilihat

Wanua.id — Menjelang pelaksanaan Aksi Damai memperingati Hari Kebangkitan Nasional pada 20 Mei 2025, panitia aksi bertajuk “Bangkitlah! Tegakkan Keadilan” menggelar rapat pematangan rencana aksi pada Jumat sore (16/5), mulai pukul 16.25 WITA hingga malam hari, bertempat di kampus Unsrat, Manado. Rapat berlangsung dalam suasana terbuka dan penuh semangat. Di tengah jalannya pertemuan, Wakil Rektor III Unsrat, Dr. Ralfie Pinasang, SH, MH, datang urun rembug.

Dr. Ralfie menegaskan bahwa rencana Aksi Damai tersebut tidak menyalahi ketentuan yang diatur dalam Undang-undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum. Sikap tersebut disambut baik oleh panitia Aksi. “Kami berkomitmen bahwa Aksi Damai yang akan digelar pada 20 Mei mendatang tidak akan mengganggu ketentraman dan ketertiban umum. Serta akan menjaga suasana akademik agar tetap kondusif. Aksi ini dirancang sebagai ekspresi intelektualitas dan moralitas sivitas akademika dalam bingkai konstitusi” ujar Boyke Rorimpandey, yang juga pembina ADAKSI (Aliansi Dosen Akademik dan Kevokasian Seluruh Indonesia) Wilayah Sulawesi Utara.

Salah satu isu utama yang akan diangkat dalam aksi tersebut adalah tuntutan terhadap keadilan dalam sistem remunerasi dosen. DPW ADAKSI Sulawesi Utara secara khusus menyoroti adanya kesenjangan antara Dosen Tetap? (DT) dan dosen non-DT dalam hal pemberian remunerasi.

“Kami meminta agar sistem remunerasi di perguruan tinggi lebih adil dan proporsional, tanpa diskriminasi terhadap status kepegawaian dosen yang sama-sama menjalankan Tridarma Perguruan Tinggi,” ujar Brave Sugiarso selaku Ketua DPW ADAKSI Sulawesi Utara.

Ia juga menambahkan bahwa sebagai bentuk transparansi, Surat Keputusan (SK) Rektor terkait remunerasi harus tersedia dan dapat diakses oleh semua dosen Unsrat melalui laman resmi universitas. “Hal ini penting agar seluruh sivitas akademika memahami dasar kebijakan yang diterapkan dan merasa dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan yang berdampak langsung pada kesejahteraan mereka,” tegas Brave.

Kehadiran WR3 Dr. Ralfie Pinasang memberi energi positif dalam forum tersebut. Diskusi berkembang dalam suasana kekeluargaan dan saling menghargai, sejalan dengan semangat TorangSamuaBasudara.

Rapat ini menjadi langkah awal yang strategis menuju pelaksanaan Aksi Damai yang tidak hanya konstitusional, tetapi juga mencerminkan tanggung jawab moral sivitas akademika dalam menyuarakan aspirasi yang substansial demi kemajuan almamater Unsrat. Karena itu, Aksi “Bangkitlah! Tegakkan Keadilan” di Hari Kebangkitan Nasional, telah mendapat dukungan dari kalangan Mahasiswa dan Alumni Unsrat.