WANUA.ID, JAKARTA — Keterlibatan praktisi dan pendamping Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) asal daerah kembali mendapat panggung nasional. Ketua Dewan Pengurus Wilayah Asosiasi Business Development Services Indonesia (DPW ABDSI) Sulawesi Utara, I Made Mangku, tampil menjadi salah satu narasumber dalam talkshow Agrinex 2026 yang digelar pada Minggu (25/10/2026).
Mengusung tema “Mangga Agrimania Varietas Baru & Produk Pertanian yang Sudah Diekspor”, forum tersebut menjadi ruang strategis untuk mengulas gagasan seputar inovasi komoditas pertanian, peningkatan nilai tambah, hingga strategi menembus pasar internasional. Dalam diskusi panel tersebut, I Made Mangku tampil mendampingi Urip, pemilik usaha Agrimania sekaligus mitra binaan Direktorat Jenderal Hortikultura. Keduanya menyoroti krusialnya pengembangan varietas unggul dan dorongan penguatan orientasi pasar agar komoditas lokal tak sekadar jago di daerah sendiri, tetapi juga mampu bersaing secara nasional maupun global.
Kehadiran I Made Mangku dalam forum skala nasional ini membawa perspektif penting terkait pengembangan UMKM berbasis potensi daerah, khususnya Sulawesi Utara. Pelaku usaha asal Moyag Tampoan, Kotamobagu Timur tersebut dikenal melalui inovasi pemanfaatan kelapa dari hulu hingga hilir, termasuk pengembangan kerajinan berbahan batok kelapa dan produk turunan lainnya.
Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa potensi pertanian daerah tidak seharusnya berhenti pada penjualan bahan mentah semata. Melalui kreativitas, inovasi, pengolahan, pengemasan, dan penguatan pemasaran, komoditas lokal dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah yang mampu membuka peluang usaha baru serta meningkatkan pendapatan masyarakat.
Bagi ABDSI, keterlibatan dalam forum Agrinex 2026 sejalan dengan upaya memperkuat ekosistem pengembangan UMKM, terutama di sektor pertanian dan ekonomi kreatif. Pendampingan usaha dinilai memiliki peran strategis untuk membantu pelaku UMKM mengidentifikasi potensi pasar, meningkatkan kualitas produk, memperkuat kelembagaan usaha, serta membangun kemitraan dengan berbagai pihak.
I Made Mangku juga merepresentasikan pentingnya peran praktisi dan pendamping UMKM dalam menjembatani potensi lokal dengan kebutuhan pasar. Di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif, pengembangan produk pertanian perlu disertai strategi bisnis yang terarah. Standardisasi mutu, legalitas usaha, konsistensi produksi, identitas merek, digitalisasi pemasaran, dan akses pembiayaan merupakan sejumlah aspek kunci yang harus diperkuat agar UMKM daerah sanggup naik kelas.
Agrinex 2026 pun menjadi momentum penting untuk mempertemukan pelaku usaha, pemerintah, praktisi, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mendorong kemajuan sektor pertanian Indonesia. Bagi Sulawesi Utara, potensi kelapa, aren, dan berbagai komoditas pertanian lainnya merupakan modal penting untuk membangun ekonomi lokal yang lebih produktif melalui penguatan rantai nilai (value chain) dan perluasan akses pasar.
Melalui partisipasi I Made Mangku, ABDSI menegaskan komitmennya untuk terus mendorong profesionalisme pendampingan usaha dan memperkuat kolaborasi lintas sektor. Dengan dukungan ekosistem yang tepat, UMKM berbasis pertanian diharapkan tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga tumbuh, berdaya saing, dan menjadi bagian penting dari rantai pasok nasional maupun global.






