WANUA.ID – Yayasan Bina Lentera Insan (YBLI) melalui Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) terus memperkuat komitmennya dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) serta pemanfaatan potensi lokal. Langkah nyata ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Pelatihan Pengolahan Biofarmaka dengan Produk Teh Herbal.
Kegiatan peningkatan kompetensi yang sarat akan edukasi ini merupakan bagian dari program Taylor Made Training (TMT) yang difasilitasi langsung oleh Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Ternate. Mengusung metode pembelajaran modern, pelatihan ini diselenggarakan secara hybrid, memadukan sesi daring melalui platform Learning Management System (LMS LenteraInstitute.id) serta sesi praktik luring yang interaktif.
Rangkaian kegiatan ini berlangsung seru dan dinamis, khususnya pada sesi praktik pengolahan tanaman obat (biofarmaka) menjadi produk teh herbal berkualitas tinggi. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan—mulai dari teknik pemilihan simplisia, peracikan, standar higienitas pengolahan, hingga strategi pengemasan produk agar memiliki daya saing dan nilai jual yang kompetitif di pasar luas.
Pelatihan ini turut menghadirkan para instruktur profesional dan berpengalaman di bidangnya, yakni Dewi Sundari selaku pendiri dan CEO De’Harvest, serta Asep Rahman yang juga menjabat sebagai Ketua Yayasan Bina Lentera Insan. Kolaborasi kepakaran ini memberikan wawasan komprehensif kepada peserta, mulai dari aspek teknis pengolahan hingga ekosistem kewirausahaan.
Melalui pemanfaatan platform digital LMS LenteraInstitute.id, peserta dari berbagai latar belakang dapat mengakses materi teori secara fleksibel tanpa mengurangi esensi ketrampilan praktis di lapangan. Program TMT BPVP Ternate ini diharapkan mampu mencetak tenaga kerja terampil serta wirausahawan baru di sektor industri obat tradisional, sekaligus mengoptimalkan kekayaan hayati lokal untuk kesejahteraan masyarakat.






