Wanua.id – Mutu pelayanan publik di fasilitas kesehatan primer sering kali terkendala oleh sistem administrasi manual yang menyebabkan antrean panjang dan kurangnya transparansi informasi, yang pada akhirnya menurunkan tingkat kepuasan pasien. Puskesmas Bahu di Kota Manado, sebagai salah satu penyedia layanan kesehatan masyarakat urban, menghadapi tantangan nyata dalam mewujudkan pelayanan yang akuntabel dan responsif di era digital.
Untuk menjawab tantangan tersebut, tim pengusul yang terdiri dari dr. Ribka E. Wowor, M.Kes, dr. Hilman Adam, M.Kes, dan Sri Seprianto Maddusa, menggagas program pengabdian kepada masyarakat melalui skema Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) guna mengoptimalisasi tata kelola administrasi digital lewat pendampingan pemanfaatan website interaktif. Saat ini, pembuatan platform website tersebut belum sepenuhnya selesai dan tengah berada dalam tahap penyelesaian akhir sebelum siap diimplementasikan secara penuh.
Metode pelaksanaan program ini dirancang secara komprehensif, meliputi need assessment terhadap alur birokrasi, perancangan modul pendampingan tata kelola digital, sosialisasi kepada tenaga kesehatan, serta edukasi penggunaan fitur layanan mandiri bagi masyarakat. Pendekatan terstruktur ini dipersiapkan untuk memastikan bahwa bentuk pengabdian ini dapat berjalan lancar dan memberikan pemahaman mendalam bagi seluruh pihak terkait di lingkungan puskesmas.
Dalam penerapannya kelak, website interaktif ini akan difungsikan sebagai portal informasi layanan, sistem antrean real-time, serta sarana pengaduan digital (E-Feedback). Berbagai fitur unggulan tersebut dirancang khusus untuk memangkas birokrasi yang rumit, memberikan kemudahan akses informasi, serta mempercepat penanganan keluhan demi kenyamanan masyarakat yang berobat.
Hasil yang diharapkan dari program pengabdian kepada masyarakat ini adalah terciptanya standardisasi prosedur administrasi digital yang efektif serta peningkatan indeks kepuasan pasien melalui pelayanan yang lebih cepat dan transparan. Melalui pendekatan pemberdayaan tenaga kesehatan, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan dampak berkelanjutan dalam penguatan sistem informasi kesehatan di Puskesmas Bahu.






