Wanua.id – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Aliansi Dosen Akademik dan Kevokasian Seluruh Indonesia (ADAKSI) Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT) secara resmi menyelenggarakan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) pada Senin, 12 Januari 2026, bertempat di GrandPuri Hotel, Manado. Kegiatan ini menjadi ajang konsolidasi penting bagi para akademisi untuk merumuskan strategi penguatan posisi dosen, baik di tingkat universitas maupun nasional.
Dalam forum tersebut, Pjs Ketua Umum ADAKSI, Anggun Gunawan, S.Fil., M.A., memaparkan bahwa perjuangan bagi kesejahteraan dosen saat ini masih menghadapi “jalan terjal” yang penuh tantangan. Ia menyoroti lima isu strategis yang menjadi fokus utama organisasi, di antaranya adalah pencarian formula “Tukin for All”, penyelesaian rapelan Tukin 2020-2024 melalui lobi politik di DPR, kenaikan tunjangan fungsional, penyusunan draf regulasi Jafung non-SKP, hingga kepastian karier bagi dosen dengan status P3K.
Menanggapi isu tersebut, Prof. Dr. Ir. Fabian J. Manoppo, MAgr., menekankan pentingnya peran dosen sebagai pemimpin akademik dalam membangun ekosistem mutu. Beliau menegaskan bahwa mutu pendidikan yang unggul mustahil dapat tercapai tanpa adanya kesejahteraan dosen yang layak, serta kinerja yang optimal hanya akan terwujud jika terdapat rasa keadilan dalam sistem penghargaan bagi tenaga pendidik.
Kekhawatiran mengenai masa depan akademisi juga disampaikan oleh Prof. Dr. Nikolas Fajar Wuryaningrat, SE, MSA., yang memperingatkan adanya risiko brain drain atau perpindahan talenta berbakat ke luar negeri. Menurutnya, penghidupan yang layak harus dipandang sebagai hak yang wajib dipenuhi, dan tantangan ini diperparah oleh mindset tradisional yang sering kali menggunakan alasan “pengabdian” untuk memaklumi kesulitan ekonomi yang dialami oleh para dosen.
Ketua DPC ADAKSI UNSRAT, Boyke Rorimpandey, MP, menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti seluruh hasil rapat kerja ini, termasuk mempersiapkan delegasi cabang untuk berpartisipasi dalam Rakernas ADAKSI pada Mei 2026 mendatang. Selain penguatan organisasi, Boyke juga menekankan rencana aksi strategis seperti melakukan kajian mendalam terhadap Statuta UNSRAT serta membangun dialog sinergis dengan dengan berbagai pihak demi mewujudkan visi universitas yang lebih baik.






