Dinas Ketenagakerjaan Kota Manado Lakukan Supervisi ke Yayasan Bina Lentera Insan

oleh -226 Dilihat

Wanua.id — Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas dan relevansi pelatihan kerja di Kota Manado, Dinas Ketenagakerjaan Kota Manado melakukan kunjungan supervisi lapangan ke Yayasan Bina Lentera Insan, Kamis (17/07/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan yayasan dalam mengembangkan jenis pelatihan baru yang akan diusulkan dalam program Lembaga Pelatihan Kerja (LPK).

Dalam supervisi tersebut, tim dari Disnaker diterima langsung oleh jajaran pengurus yayasan. Mereka meninjau fasilitas pelatihan yang ada, berdiskusi terkait rencana pengembangan program, serta melihat kesiapan instruktur dan sarana prasarana yang mendukung pelatihan baru.

Ketua Yayasan Bina Lentera Insan, Asep Rahman, menjelaskan bahwa pengembangan jenis pelatihan yang akan diajukan tidak terlepas dari kebutuhan nyata di masyarakat saat ini.

“Untuk bidang pertanian, saat ini kami fokus pada pertanian hidroponik dan tanaman herbal yang cocok diterapkan di wilayah perkotaan. Ini bukan hanya soal produksi pangan, tetapi juga sebagai bentuk edukasi ketahanan pangan keluarga sekaligus ketahanan farmasi serta pemanfaatan lahan sempit secara optimal,” ujar Asep.
“Sementara itu, pelatihan perawatan lansia kami buka karena kebutuhan masyarakat Kota Manado yang semakin tinggi terhadap tenaga terampil di bidang ini, mengingat piramida penduduk yang makin menua dan meningkatnya usia harapan hidup masyarakat urban,” tambahnya.

Dalam diskusi tersebut, pihak Disnaker memberikan apresiasi terhadap inisiatif Yayasan Bina Lentera Insan yang dinilai adaptif dan responsif terhadap isu strategis ketenagakerjaan lokal. Langkah yayasan untuk mengembangkan pelatihan di dua sektor ini dinilai sejalan dengan prioritas pembangunan sumber daya manusia di Kota Manado, khususnya dalam menyiapkan tenaga kerja terampil dan siap pakai.

Program pelatihan yang dikembangkan juga diarahkan untuk membuka peluang wirausaha bagi lulusan pelatihan, baik dalam bentuk usaha hidroponik mandiri maupun jasa layanan perawatan lansia berbasis komunitas.

Kunjungan ini sekaligus menjadi bagian dari proses verifikasi lapangan untuk melengkapi dokumen administrasi pengajuan penambahan program pelatihan LPK kepada Dinas Ketenagakerjaan. Ke depan, yayasan berharap dapat menjadi salah satu pusat pelatihan komunitas yang mampu menjawab tantangan sosial-ekonomi lokal secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *