Wanua.id – Pelaksanaan pengabdian masyarakat Tim PKM Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado memasuki hari kedua pada Kamis (17/7/2025). Bertempat di Aula Puskesmas Tatelu, kegiatan ini menghadirkan perwakilan kader kesehatan dari seluruh desa di wilayah kerja puskesmas. Fokus utama kegiatan adalah pelatihan penggunaan booklet digital manajemen pengelolaan hipertensi.
Booklet digital ini merupakan inovasi yang dirancang untuk memudahkan pasien dan kader dalam mengakses informasi mengenai hipertensi. Dengan format digital yang bisa dibuka melalui smartphone, masyarakat dapat mempelajari materi kapan saja dan di mana saja.
Ketua Tim PKM, Ns. Muhamad Nurmansyah, M.Kep, menjelaskan bahwa booklet digital tidak hanya berisi panduan minum obat, tetapi juga dilengkapi dengan informasi gaya hidup sehat, tanda bahaya hipertensi, hingga cara sederhana mengukur tekanan darah secara mandiri. “Kami berharap dengan adanya media ini, para kader dapat menjadi agen perubahan di desa masing-masing. Mereka bisa membimbing pasien hipertensi dan keluarganya untuk lebih patuh dalam pengobatan,” katanya.
Pelatihan ini dilakukan dengan metode interaktif. Para kader diberikan simulasi cara menggunakan booklet digital, mulai dari membuka menu, mencari informasi, hingga mempraktikkan pesan-pesan kesehatan kepada pasien. Tim PKM juga memberi kesempatan bagi kader untuk berdiskusi dan menyampaikan pengalaman mereka di lapangan, sehingga solusi yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Kepala Puskesmas Tatelu, dr. Yusuf O. Nainggolan, menilai program ini sebagai langkah maju dalam pelayanan kesehatan berbasis teknologi. “Dengan booklet digital, informasi kesehatan tidak lagi terbatas pada tatap muka di puskesmas. Pasien dan keluarga bisa belajar mandiri. Kami berharap metode ini dapat membantu meningkatkan kepatuhan minum obat hipertensi serta menurunkan risiko komplikasi,” ujarnya.
Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Prodi Keperawatan dan Prodi Farmasi Unsrat yang berperan aktif mendampingi para kader dalam praktik penggunaan booklet digital. Kehadiran mahasiswa menjadi pengalaman berharga, baik bagi kader maupun mahasiswa sendiri, karena terjadi pertukaran pengetahuan dan praktik nyata di lapangan.
Melalui pelatihan ini, diharapkan para kader dapat menjadi perpanjangan tangan tenaga kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan pasien, kepatuhan minum obat, serta upaya pencegahan komplikasi hipertensi. Program ini sejalan dengan Program Asta Cita poin ke-4 pemerintah, yang menekankan penguatan pembangunan sumber daya manusia, sains, teknologi, pendidikan, dan kesehatan.






