Gandeng KitaBisa dan TDA Manado, YBLI Latih Warga Minaesa Olah Tanaman Lokal Jadi Produk Herbal

oleh -91 Dilihat

Wanua.id – Yayasan Bina Lentera Insan (YBLI) kembali memperkuat kemandirian kesehatan masyarakat melalui pelatihan pembuatan obat herbal di Desa Minaesa, Kabupaten Minahasa Utara. Kegiatan inovatif ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara YBLI, KitaBisa, dan TDA (Tangan Di Atas) Manado.

Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi, di mana ibu-ibu desa datang dengan membawa minyak kelapa hasil produksi rumahan mereka sendiri. Sesuai instruksi pada pertemuan sebelumnya, warga telah menyiapkan bahan baku lokal unggulan berupa Daun Sesewanua dan Daun Memendo sebagai komponen utama dalam pembuatan ramuan herbal berkhasiat.

Meilani Jayanti, pemateri sekaligus Dosen Farmasi Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), membeberkan cara pengolahan herbal yang standar dan higienis. Ia menjelaskan teknik ekstraksi yang tepat agar kandungan zat aktif dalam tanaman lokal menyatu sempurna dengan media minyak kelapa tanpa merusak unsur pengobatannya, guna menghasilkan sediaan herbal yang berkualitas dan aman digunakan.

Ketua Yayasan Bina Lentera Insan, Asep Rahman, menjelaskan bahwa pelatihan ini adalah bagian dari komitmen yayasan untuk meningkatkan kapasitas kesehatan berbasis potensi desa. “Kami ingin masyarakat berdaya dengan apa yang mereka miliki. Dengan dukungan KitaBisa dan TDA Manado, kami berharap produk ini menjadi solusi kesehatan mandiri bagi warga,” ujar Asep.

Kepala Desa Minaesa, Saprin Fanah, menyambut hangat inisiatif ini. Beliau menyampaikan bahwa pemerintah desa sangat mendukung program yang mengasah keterampilan ibu-ibu. “Kami berterima kasih kepada YBLI dan para mitra. Ini adalah langkah maju bagi warga kami dalam memanfaatkan potensi alam yang ada di sekitar rumah menjadi sesuatu yang bernilai,” ungkap Saprin.

Dukungan juga mengalir dari Kalo Tahirun, selaku tokoh masyarakat, yang menilai kegiatan ini sangat bermanfaat dalam melestarikan kearifan lokal sekaligus meningkatkan produktivitas warga di sela-sela aktivitas harian mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *