Wanua.id — Empat dosen Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) yang tergabung dalam Aliansi Dosen Akademik dan Kevokasian Seluruh Indonesia (ADAKSI) hadir dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I ADAKSI di Hotel Rayz UMM, Malang, Jawa Timur, Kamis–Jumat, 7–8 Agustus 2025. Mereka adalah Dr. Ir. Adinda Franky Nelwan, M.T.; Ir. Boyke Rorimpandey, MP; Brave A. Sugiarso, ST., MT; dan Sandra I. Asaloei, S.Pd., S.AB., M.AB. Kehadiran delegasi Unsrat ini menjadi bagian dari komitmen untuk mendorong pemerataan tunjangan kinerja (tukin) bagi seluruh dosen ASN di Indonesia, tanpa membedakan klaster Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
Rakernas I ADAKSI dihadiri oleh 181 dosen dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP), 19 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW), dan 36 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) se-Indonesia. Dalam forum tersebut, Ketua Umum DPP ADAKSI, Dr. Fatimah, S.Si., M.P., menegaskan bahwa ketimpangan distribusi tukin telah berdampak serius pada pengelolaan keuangan dan mutu pendidikan tinggi. “Selama ini, hanya dosen di PTN Satker dan BLU tertentu yang mendapatkan tunjangan kinerja. Sementara itu, dosen di PTN-BH maupun unit lainnya tidak memperoleh perlakuan yang setara,” jelasnya.
Ir. Boyke Rorimpandey, MP, yang juga Ketua DPC ADAKSI Unsrat, menegaskan bahwa pihaknya akan terus menyuarakan gerakan “Tukin for All”, termasuk bagi dosen PTN BLU Remunerasi. “Remunerasi yang ada saat ini kami nilai belum berkeadilan. Kami akan terus memperjuangkan agar kebijakan ini diperbaiki demi kepentingan bersama,” ujarnya. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan, termasuk dalam bentuk donasi. “Dukungan ini menjadi suntikan moril yang sangat berarti agar kami tetap konsisten berjuang,” tambahnya.
Selain isu pemerataan tukin, Rakernas juga membahas rapelan tukin 2020–2025 dan arah pengembangan karier dosen di masa depan. Hasil Rakernas ini akan disampaikan kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdiktisaintek), Kementerian PAN-RB, dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) sebagai langkah konkret mendukung visi Presiden Prabowo untuk menghadirkan pendidikan tinggi yang terjangkau tanpa mengorbankan kualitas.






