Debat Ketiga Pilkada Manado 2024: Audi Karamoy Usulkan Kebijakan Inovatif Atasi Kemacetan

oleh -335 Dilihat

MANADO,WANUA – Dalam debat ketiga pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Manado yang berlangsung di Novotel Manado pada Rabu malam, calon Walikota nomor urut 4, Audi Karamoy, memberikan pandangannya terkait permasalahan kemacetan yang kian menjadi sorotan masyarakat kota. Debat ini diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Manado dan menghadirkan para kandidat dengan isu-isu strategis untuk masa depan kota.

Menjawab pertanyaan panelis mengenai langkah konkret untuk mengatasi jumlah kendaraan yang terus bertambah, Audi Karamoy mengungkapkan rencana ambisius melalui kebijakan rekayasa lalu lintas.

“Untuk mengatasi kemacetan, kami akan melakukan rekayasa lalu lintas. Selain itu, kami akan menerapkan larangan membawa kendaraan pribadi ke kantor pemerintahan oleh ASN, dan hal itu akan kami mulai dari kantor Walikota,” ungkap Karamoy.

Ia menjelaskan bahwa kebijakan ini didasarkan pada data bahwa puncak kemacetan di Manado terjadi pada pagi dan sore hari.

“Kami yakin dengan kemajuan teknologi transportasi saat ini, seperti transportasi online, aturan tersebut dapat ditegakkan dan efektif dalam mengurangi kemacetan di Kota Manado,” tambahnya.

Tak hanya itu, Karamoy juga menegaskan pentingnya menata ulang transportasi umum agar lebih aman dan nyaman bagi masyarakat.

“Penataan transportasi umum yang lebih baik diharapkan mendorong masyarakat untuk beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi publik, yang secara langsung akan menurunkan angka kemacetan,” jelasnya.

Berdasarkan data terbaru, jumlah kendaraan roda empat di Kota Manado pada tahun 2024 mencapai 123.000 unit, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan kendaraan ini menjadi tantangan besar bagi infrastruktur jalan yang terbatas.

 

Reaksi dari Kandidat Lain

Calon Walikota nomor urut 2, Benni Parasan, menyambut baik gagasan Karamoy terkait rekayasa lalu lintas. Dalam tanggapannya, Parasan mengatakan, “Saya sepakat dengan usulan rekayasa lalu lintas. Ini adalah solusi yang rasional untuk menekan kemacetan. Namun, saya berharap kebijakan ini juga didukung dengan edukasi masyarakat agar lebih memilih transportasi umum dan berbagi kendaraan.”

Parasan juga menambahkan bahwa langkah tersebut perlu diiringi dengan peningkatan kualitas infrastruktur jalan dan fasilitas parkir terpadu di titik-titik strategis kota.

Antusiasme Masyarakat

Debat ini mendapatkan perhatian luas dari masyarakat Manado, khususnya terkait isu kemacetan yang kerap dikeluhkan warga. Rencana konkret yang disampaikan oleh Audi Karamoy dinilai sebagai langkah berani dan inovatif. Meski demikian, implementasi kebijakan tersebut akan membutuhkan kerja sama lintas sektor dan komitmen dari berbagai pihak.

Ajang debat ini menjadi pengingat bahwa pemimpin yang akan terpilih nantinya harus mampu menjawab tantangan pembangunan Kota Manado dengan solusi yang efektif dan berpihak pada masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *