Manado, Wanua.id – Saat Prabowo Subianto fokus mempersiapkan pelantikannya sebagai presiden dan memberikan pembekalan kepada para calon pembantu di kabinetnya, dua tokoh politik lainnya yang dulu menjadi kompetitornya, Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan, terlihat sibuk menjalani aktivitas mereka masing-masing di tengah perhatian publik.
Ganjar Pranowo, yang sebelumnya menjadi gubernur Jawa Tengah dan kini aktif sebagai Ketua Umum Kagama (Keluarga Alumni Gadjah Mada), baru-baru ini melakukan kunjungan ke Manado. Dalam rangkaian kegiatannya, Ganjar melantik kepengurusan Kagama Pengcab Manado, Kagama Pengcab Minahasa Raya, dan Kagama Pengda Sulawesi Utara untuk periode 2024–2029. Acara pelantikan yang digelar pada 11 Oktober 2024 berlangsung khidmat dengan dihadiri pengurus dan keluarga besar Kagama setempat.
Dalam pidatonya, Ganjar menekankan pentingnya persatuan dan kontribusi alumni UGM dalam membangun daerah di bawah semangat “Guyub lan Migunani”—saling rukun dan berguna bagi orang lain. Ia juga menekankan bahwa alumni harus terus memberikan keahlian dan pengetahuan mereka kepada masyarakat, sesuai dengan nilai-nilai Panca Prasetya Alumni UGM. Kepengurusan baru Kagama Manado kini dipimpin oleh Djonile Ronald Kaligis, menggantikan Taufik M. Tumbelaka, dengan Welly Waworundeng sebagai ketua harian.
Sementara itu, Anies Baswedan juga menjadi sorotan publik dengan aktivitasnya belakangan ini. Selain mempersiapkan pembentukan organisasi masyarakat (ormas) sebagai wadah baru untuk gagasan-gagasannya, Anies tak luput dari perhatian warganet. Salah satu unggahannya di LinkedIn yang memuat status “Open to Work” ramai dibahas. Meskipun dikonfirmasi hanya sebagai candaan, pembaruan tersebut memicu berbagai spekulasi dan menarik perhatian luas, memperlihatkan betapa dinamisnya situasi di sekitar Anies.
Kegiatan Ganjar dan Anies memperlihatkan bagaimana kedua tokoh tetap aktif bergerak, meski tidak terlibat langsung dalam pemerintahan baru yang sedang dibentuk. Di tengah transisi kepemimpinan nasional, mereka tetap menjalani agenda pribadi dan publik yang berbeda, membuktikan bahwa ruang kontribusi politik tidak hanya terbatas di panggung pemerintahan formal.
Dengan semakin dekatnya hari pelantikan presiden baru, publik akan terus mencermati bagaimana dinamika di antara tokoh-tokoh penting ini berkembang, termasuk peran Ganjar dalam memperkuat jejaring alumni dan langkah Anies dalam merancang platform politik baru. (imam/ar)






