Kasus Covid-19 Kembali Naik di Asia, Subvarian Baru Jadi Pemicu

oleh -183 Dilihat

Wanua.id Kasus Covid-19 kembali menunjukkan tren peningkatan di sejumlah negara Asia. Lonjakan signifikan tercatat di Singapura, Hong Kong, dan India, seiring dengan kemunculan subvarian baru turunan Omicron.

Data dari Kementerian Kesehatan Singapura menunjukkan adanya kenaikan kasus sebesar 28 persen pada pekan yang berakhir 3 Mei 2025. Sementara di Hong Kong, tingkat positif Covid-19 melonjak dari 6,21 persen menjadi 13,66 persen dalam waktu empat minggu.

Di India, dua pasien Covid-19 dilaporkan meninggal dunia di Mumbai pada pekan lalu. Keduanya diketahui memiliki komorbid atau penyakit penyerta. Meski belum dinyatakan sebagai ancaman besar oleh otoritas, masyarakat diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan.

Lonjakan kasus ini diduga kuat dipicu oleh penyebaran dua subvarian baru, yaitu LF.7 dan NB.1.8, yang merupakan turunan dari varian JN.1. Varian JN.1 sendiri telah dikategorikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai variant of interest karena tingkat penularannya yang tinggi, namun belum termasuk dalam kategori variant of concern.

Mengutip laporan Times of India pada Rabu (21/5/2025), para pakar menyebutkan bahwa peningkatan kasus disebabkan oleh tingginya tingkat penularan varian baru, menurunnya imunitas masyarakat akibat waktu yang telah berlalu sejak infeksi atau vaksinasi, serta pelonggaran protokol kesehatan di tengah aktivitas sosial yang meningkat. Selain itu, faktor musiman turut diyakini memperparah penyebaran virus.

Gejala yang ditimbulkan oleh subvarian LF.7 dan NB.1.8 tidak jauh berbeda dengan varian Omicron sebelumnya. Umumnya berupa sakit tenggorokan, batuk ringan, kelelahan, dan demam ringan. Gejala kehilangan penciuman dan pengecapan—yang sempat dominan pada varian Delta tahun 2021—tidak ditemukan pada kasus subvarian terbaru ini.

Pemerintah di negara-negara terdampak terus memantau situasi, sementara masyarakat diimbau untuk kembali menerapkan langkah-langkah pencegahan, termasuk penggunaan masker, menjaga jarak, dan memperhatikan status vaksinasi masing-masing, terutama bagi kelompok rentan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *