Wanua.id, Jakarta – Indonesia telah meluncurkan inisiatif besar untuk mengatasi malnutrisi dan stunting, yang menjadi tantangan besar bagi kesehatan negara. Program makanan gratis ini, yang merupakan janji utama dalam kampanye pemilihan Presiden Prabowo Subianto, diperkirakan menelan biaya sekitar $4,3 miliar (Rp71 triliun) dan bertujuan untuk memberikan makanan bergizi kepada puluhan juta anak sekolah dan ibu hamil di seluruh negeri.
Program ini disebut-sebut sebagai yang pertama kali dilaksanakan secara nasional. “Ini adalah pertama kalinya Indonesia mengadakan program gizi berskala besar untuk balita, siswa, serta ibu hamil dan menyusui,” kata juru bicara kepresidenan, Hasan Nasbi, pada Minggu malam. Pemerintah bertujuan untuk meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup jutaan orang serta mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang negara.
Program ini sudah dimulai dengan dibukanya setidaknya 190 dapur di seluruh Indonesia, termasuk beberapa yang dijalankan oleh pangkalan militer. Dapur-dapur yang dikelola oleh layanan katering pihak ketiga ini mulai menyiapkan makanan sejak tengah malam sebelum mendistribusikannya kepada penerima manfaat. Di Jakarta Timur, siswa kelas dua Khalifa Eldrian tersenyum lebar setelah menikmati makan siang gratis berupa nasi, ayam, sayur, dan pisang di sekolahnya. “Saya senang karena makanannya enak… Saya bisa lebih fokus saat belajar,” katanya.
Pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp10.000 (sekitar 62 sen AS) per porsi makan dan berencana memperluas program ini untuk menjangkau hampir 83 juta orang pada tahun 2029. Inisiatif ini bertujuan untuk menurunkan angka stunting dari 21,5% anak di Indonesia menjadi hanya 5% pada tahun 2045. Negara dengan populasi 282 juta orang ini menganggap stunting sebagai masalah kritis yang menghambat kesehatan dan pembangunan.
Di Bogor, Jawa Barat, staf dapur telah bekerja keras sejak dini hari untuk menyiapkan makanan harian. Ayu Pertiwi, seorang staf, mengungkapkan bahwa mereka menyediakan beragam menu agar anak-anak tidak bosan. “Kami menyajikan berbagai menu setiap hari, itu penting agar anak-anak tidak bosan,” katanya.






